Sadako DX: Kembalinya Si Hantu Sumur dengan Balutan Horor-Komedi

by Redaksi

Sadako DX: Kembalinya Si Hantu Sumur dengan Balutan Horor-Komedi
EDITOR'S RATING    

Siap-siap dihantui Sadako lagi

Kalau Indonesia punya kuntilanak dan pocong sebagai dua hantu paling populer, Jepang punya Sadako dan Kayako untuk ranah layar lebar. Sadako pernah meneror lewat The Ring yang rilis tahun 1998. Gerakan patah-patah saat keluar dari TV dan tatapan matanya menghiasi mimpi buruk semua anak 90-an yang menonton film ini di VCD. Dari film yang disutradarai Hideo Nakata ini, lahirlah sebuah franchise yang berlanjut hingga sekarang.

Di tahun 2022, muncul Sadako DX. Berkisah tentang seorang gadis bernama Ayaka Ichijo dengan IQ 200. Ayaka tidak percaya pada kutukan dan beranggapan bahwa peristiwa matinya banyak orang dalam waktu berdekatan yang disebabkan video terkutuk dapat dijelaskan (dan dipecahkan) secara ilmiah. Tapi, saat adiknya Futaba menonton video itu dan hidupnya tinggal 24 jam lagi, Ayaka harus berkejaran dengan waktu untuk memecahkan misteri ini dan menyelamatkan sang adik.


Kisahnya sendiri, bisa dibilang, sudah melenceng jauh dari film originalnya. Dari sebuah video yang dipenuhi amarah Sadako hingga menjadi video terkutuk, menjadi sebuah virus yang menyebar lewat video. Selain itu, durasi kematian orang yang menonton dulu adalah tujuh hari, kini jadi 24 jam. Kondisi korban juga tidak semengenaskan seperti dalam The Ring 1998 yang mati ketakutan, tapi seperti pembunuhan biasa. 

Meski sudah jauh berbeda dari The Ring 1998, namun Sadako DX masih menarik untuk ditonton. Banyak momen menegangkan dan seram yang bikin kita menutup mata. Video terkutuk yang ditampilkan di film ini memang tidak se-disturbing originalnya, tapi sama-sama ditutup dengan adegan yang cukup bikin jantung berdebar. Kalau video aslinya ditutup dengan shoot sumur, maka di sini, adegan ditutup dengan tampilan rumah tempat penghuninya sedang menonton video terkutuk itu, tapi dari POV Sadako. Menyeramkan, bukan?


Mengikuti perkembangan zaman, video ini tidak lagi diperbanyak dari VHS ke VHS, tapi melalui media sosial. Dalam film ini, Twitter menjadi platform tempat bertebarannya video kutukan Sadako. Tentu saja kepanikan yang ditimbulkan jadi lebih masif, bahkan sampai merambah ke acara TV. Mungkin, ini jadi salah satu penyebab diubahnya video Sadako yang pada dasarnya adalah video dendam kini menjadi virus, karena melihat dari medium penyebaran dan masa inkubasinya.

Bagi yang mengharapkan film ini akan sama menakutkannya seperti film pertama, tentu harus membuang jauh-jauh harapan itu. Meski memang ada beberapa adegan yang menyeramkan, tapi Sadako DX juga memberi selipan komedi sehingga kita masih bisa tertawa dan terhibur dengan sekuel terbaru si hantu sumur ini.