Ringan, menyenangkan, dan penuh warna
Asyik dan menyenangkan, itulah ciri khas kisah-kisah fantasi
dari Disney. Cocok untuk semua orang terutama anak-anak. Walaupun sudah meraup
keberhasilan di sisi karakter superhero Marvel, tetap saja Disney tetap fokus
memfilmkan kisah-kisang dongeng menjadi live
action. Tahun ini, giliran The
Nutcracker and the Four Realms diangkat ke layar lebar. Walaupun kisah ini
mungkin kurang familiar, tapi Disney tetap percaya diri dan yakin film ini akan
berhasil seperti dongeng-dongeng yang lain.
Bagi yang tidak
familiar, The Nutcracker and The Four
Realms ini bercerita tentang seorang anak yang menemukan sebuah dimensi
lain dan mendapati kenyataan bahwa ibunya adalah ratu di dunia tersebut.
Penduduk dunia tersebut lalu mengangkatnya menjadi Ratu baru dan memintanya
agar mendamaikan peperangan yang sedang terjadi di empat dunia yang ada, yaitu
dunia bunga, permen, es, dan taman bermain. Namun, seperti kisah-kisah dongeng
lainnya ternyata ada bawahan yang membelot dan memiliki niat jahat untuk
menguasai semua alam.

Film ini seperti
film-film khas Disney lainnya penuh dengan warna-warna terang dan
ornamen-ornamen lucu. Karakter-karakter yang unik dan set yang sangat fantasi.
Hampir menyerupai dunia Narnia, tapi The
Nutcracker and The Four Realms lebih mudah untuk menjangkau anak-anak.
Ceritanya sangat ringan, tidak ada unsur kejutan yang berarti, dan penuh adegan
warna-warni yang memanjakan mata. Mungkin, orang dewasa sudah terbiasa melihat
hal-hal seperti ini di film-film Disney lainnya, tapi anak-anak akan terpukau
dengan magisnya dunia fantasi ini.
Film ini didukung oleh
banyak bintang besar seperti Morgan Freeman, Helen Mirren, Keira Knightley, dan
McKenzie Foy sendiri yang berperan sebagai Clara. Sayangnya, selain Foy, para
bintang besar ini hanya muncul di beberapa bagian. Mereka dipakai hanya untuk
memberikan nama besar dalam film ini. Penampilan mereka hanya sepintas lalu,
walau karakter yang mereka perankan punya arti yang penting dalam cerita. Film
ini sangat bergantung pada kemampuan akting Foy untuk menghidupkan dunia Nutcracker.

Para penggemar
kisah-kisah dongeng Disney pada masa lalu kini sudah beranjak dewasa. Mereka
masih menggemari cerita-cerita fantasi, namun tentunya mengharapkan alur cerita
yang lebih dewasa dan punya kompleksitas, sedangkan The Nutracker and The Four Realms memiliki cerita yang sangat lurus
dan kurang konflik yang mendalam. Sangat membosankan bagi kebanyakan orang dan
menyenangkan untuk anak-anak. Namun, anak-anak milenial sekarang sudah jarang
menonton kisah-kisah dongeng. Mereka lebih sering terpapar dan menyukai
Spongebob ataupun Gumballs yang ceritanya jauh berbeda dari kisah-kisah dongeng
Disney.