Maleficent: Mistress of Evil – Saat Ratu Kejahatan Diusik Manusia

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Maleficent: Mistress of Evil – Saat Ratu Kejahatan Diusik Manusia
EDITOR'S RATING    

Nikmati saja. Lupakan kalau ini film kedua dari dongeng Sleeping Beauty

Jika mengikuti pakem film-film Disney terbaru adaptasi kisah-kisah animasi klasik mereka, kisah Maleficent harusnya berfokus pada Aurora, alih-alih sang villain. Namun, karena film ini dibuat sebelum Aladdin dan Lion King keluar, pada masa kisah-kisah Disney diadaptasi dengan bebas, seperti Snow White and the Huntsman, maka Si Ratu Jahat Maleficent-lah yang menjadi sentral cerita. Begitu juga di sekuelnya yang berjudul Maleficent: Mistress of Evil.

Kali ini, muncul tokoh baru yang merupakan ibu Pangeran Phillip, Ingrith. Dengan segala tipu dayanya, ia berusaha agar Maleficent yang sudah hidup tenang kembali terusik. Aurora pun terbelah antara membela Ibu Angkatnya atau calon mertuanya. Tidak hanya itu, di sini kita juga akan melihat kehidupan kaum Maleficent yang tidak banyak diungkap di film pertama atau pun kisah aslinya.

Jika ingin menonton Maleficent: Mistress of Evil, lupakan bahwa ini sekuel kisah Sleeping Beauty. Mungkin di awal film, kita masih bisa merasakan keajaiban” dongeng ini seperti di film pertamanya. Namun, menjelang pertengahan, terasa sekali bahwa film ini seakan kebingungan menggali cerita apa lagi yang akan ditampilkan.


Membuat sekuel dari film animasi yang hanya punya satu cerita memang bukan hal mudah. Beda kasusnya dengan Toy Story atau Frozen yang memang kisah orisinal. Jika adaptasi aslinya habis di film pertama, maka sekuelnya bisa jadi akan terasa dipaksakan. Itulah yang sedikit terasa di Maleficent: Mistress of Evil ini.

Untunglah, kisah yang terasa kurang magical ini tertolong oleh akting Angelina Jolie sebagai Maleficent yang dingin, namun “sayang anak” dan Michelle Pfeiffer sebagai Ingrith yang antagonis. Bahkan, saat keduanya saling adu kalimat di meja makan pun kita bisa merasakan betapa hebat akting keduanya. Sayang, screentime Jolie dipertemukan dengan Pfeiffer sangat sedikit. Satu lagi yang patut disayangkan adalah karakter Aurora yang terasa seperti puteri lemah, mudah dibohongi, dan penuh kebimbangan.

Maleficent: Mistress of Evil bisa dikatakan cukup "bertaji" dan bisa menjadi pembuka film-film Disney lainnya menjelang akhir tahun. Tapi, mungkin bukan sekuel film adaptasi animasi klasik Disney yang terbaik.